Category Archives: Others

New Beginning

It has been a long time…end of 2012 is coming…and we’re back…well I’m back

Advertisements

Leave a comment

Filed under Others

Sepuluh Film Indonesia Terbaik Tahun 2009

Setelah Top 10 Movies of 2009, sekarang berdasarkan basis yang sama, gw memberanikan diri menyusun 10 besar film Indonesia terbaik tahun ini dari sekitar 89 + 1 (satu film yaitu Rumah Dara baru akan beredar di bulan Januari 2010) judul film yang beredar sepanjang tahun.

10. Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa adalah satu film yang mencuri perhatian gw tahun ini. Cerita mengenai hubungan ayah dan anak dalam kemasan yang menarik, segar sekaligus mengharukan, membuat film ini menjadi film yang tidak biasa.

9. Heartbreak.com

Premis yang unik adalah kunci keunggulan film bergenre drama-komedi-romantis ini. Kemasannya tetaplah cute, funny dan tentu saja menghibur ala romcom yang lain, tapi film ini melewati ekspektasi gw karena di eksekusi dengan rapi.

8. Merantau

Dari sebuah genre film yang lama tidak disentuh oleh film maker Indonesia, Gareth Evans melahirkan sebuah film martial arts yang eye candy. Film ini menjadi lengkap oleh kehadiran legenda Christine Hakim yang tampil singkat tapi sangat emosional.

7. Cin(t)a

Cin(t)a berbicara mengenai kekuatan sebuah script yang dibungkus dalam sebuah cerita mengenai percintaan dua orang remaja berbeda latar belakang. Hanya cukup menghadirkan dua orang pemain dengan dialog-dialog yang cerdas, dan film menjadi sangat menarik dan kita hampir melupakan kekurangan pada unsur-unsur teknis.

6. Emak Ingin Naik Haji

Atik Kanser dan Reza Rahadian membangun film produksi Mizan, Emak Ingin Naik Haji, menjadi film yang sederhana, tidak bertele-tele dan murahan ala sinetron-sinetron yang hanya menjual air mata dengan emosi yang terlalu meletup-letup. Film ini mengalir wajar, treatment yang harusnya juga berlaku untuk semua film drama.

5. Rumah Dara (Macabre – International Title)

Film slasher lokal dengan kualitas tidak memalukan. Macabre adalah pencapaian paling tinggi sineas film Indonesia, bahwa film Indonesia pun dapat memiliki production value yang setara dengan karya luar. Menegangkan sekaligus fun menyaksikan Julie Estelle beradu jiwa dan raga dengan Danish dalam scene-scene yang berdarah-darah.

4. Sang Pemimpi

Pendekatan Sang Pemimpi yang berasa lebih real, merupakan peningkatan pengolahan  cerita dari prekuelnya, Laskar Pelangi. Mungkin penonton masih mengeluhkan editing yang tidak bersih, tapi harusnya semua sepakat bahwa perjuangan anak-anak Belitong dalam meraih mimpinya berbalut dengan kecintaan akan figur ayah adalah cerita yang sangat universal dan menyentuh.

3. King

Bulu tangkis adalah olahraga yang sangat lekat dengan masyarakat Indonesia, dan King di bawah bendera produksi Alenia, adalah sebuah pembuktian kalau film maker Indonesia juga sanggup membuat film olahraga yang baik. Katakanlah King memang tidak sebaik Denias, tapi harus diakui bahwa film ini adalah satu dari sedikit film Indonesia yang memiliki kualitas yang baik.

2. Pintu Terlarang (the Forbidden Door – International Title)

Ini adalah adaptasi dari sebuah novel yang…sorry to say…biasa aja, tidak istimewa menurut pendapat gw. Berbanding terbalik dengan novelnya, Pintu Terlarang adalah sebuah film yang cantik di hampir semua sisi. Kredit luar biasa untuk pemain yang tampil cemerlang, set yang memukau, scoring yang inovatif dan tentu saja script yang cerdas.

1. Garuda di Dadaku

Kisah seorang anak kecil yang memiliki mimpi menjadi seorang pemain sepakbola hebat adalah sebuah teladan yang harus ditonton oleh seluruh anak Indonesia. Apa istimewa Garuda di Dadaku garapan Ifa Isfansyah dibanding film lain? Garuda di Dadaku sangat mengejutkan karena ternyata lancar dalam bercerita. Singkat kata ini adalah film yang paling baik eksekusinya tahun ini.

  

4 Comments

Filed under Others

This is My Top 10 Movies of 2009

Penilaian atas sebuah film sangat kental dengan unsur subyektivitas dari penulisnya, seorang penikmat film yang memiliki latar belakang, preferensi dan pengalaman yang berbeda. Atas dasar preferensi tersebutlah, gw memberanikan diri menyusun 10 film paling brilian, paling baik dan tentu saja paling menghibur tahun ini.

 1o. The Hurt Locker

Perlu dua kali menonton buat gw untuk bisa memahami betapa unik dan menariknya film arahan Kathryn Bigelow ini, realistis sekaligus puitis. Tidak ada antagonis, tidak ada action yang menggelegar. Nuansa intense dan suspense secara nyata dibentuk rapi dari awal hingga akhir. Banyak unsur-unsur yang sangat emosional di film ini yang membuka mata gw, The Hurt Locker adalah film yang cemerlang karena memiliki story telling yang baik.

9. District 9

Neill Blomkamp membawa District 9 sebagai film sci-fi yang kelam sekaligus sangat realistis. Keseluruhan film menjadi sebuah film yang tidak hanya menghibur tapi juga berani mengambil risiko pada plot dan cerita yang berbeda. Seandainya dikemudian hari, semua film maker Hollywood memperlakukan USD 30 juta seperti layaknya Blomkamp menerapkannya pada District 9, gw optimis kita bakal menemui film-film yang menghibur tapi tetap orisinal di masa yang akan datang.

8. Avatar

James Cameron is back. Avatar jelas adalah pemenang untuk film dengan production value paling tinggi tahun ini. James Cameron menempatkan Avatar pada generasi baru, generasi film yang diciptakannya, generasi tentang bagaimana sebuah film menggunakan teknologi pada kapasitas yang sangat maksimal.

7. Invictus

Ini adalah kisah seorang Nelson Mandela, presiden Afrika Selatan, yang menggunakan tim rugby nasional yang sedang bertanding di kejuaraan dunia untuk menyatukan negaranya setelah didera bertahun-tahun oleh masalah diskriminasi. Di tangan seorang Clint Eastwood, kita seperti tidak sedang di paksa untuk menikmati sepotong steak yang digosipkan oleh teman kita kalau rasanya sangat lezat. Surprisingly, lancar bertutur dan tidak berusaha tampil berat. Ini adalah sebuah film materi Oscar yang ditopang oleh akting kuat Morgan Freeman.

6. Coraline

Coraline adalah film animasi adaptasi paling brilian tahun ini, plain and simple. Secara material, film ini punya plot yang tidak sembarang, cenderung gelap yang mungkin sedikit menakutkan untuk anak kecil tapi memukau secara keseluruhan. Cantik, menyeramkan sekaligus punya production yang rapi. Such a visual masterpiece.

5. An Education

Kisah romantis remaja perempuan cantik dan pintar berusia 16 tahun yang bermimpi hidup bahagia dengan serorang pria lebih tua adalah plot yang generik. An Education adalah contoh film yang memiliki plot biasa tapi dieksekusi dengan sangat baik. Carey Mulligan tampil bersinar, sangat menawan baik secara fisik maupun acting.

4. Inglourious Basterds

Style tetaplah ala Quentin Tarantino, tapi Inglourious Basterds adalah sebuah pencapaian Tarantino atas sebuah film tanpa bau hal-hal yang bersifat klise. Tidak sebaik Pulp Fiction, tapi scene-scene panjang dengan dialog-dialog yang penuh telah berhasil dengan cerdik membangun sebuah kerangka cerita yang suspenseful dan intense. Pesan gw buat Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS, komite penjurian Oscar) tahun ini, “Don’t you dare ignore Christoph Waltz!”

3. 500 Days of Summer

Di saat hampir semua film romantis hanya berasa ‘sweet like a candy’, 500 Days of Summer adalah film yang cantik tapi tetap berpondasi pada sesuatu hal yang berasa real. Saat film usai dan credit title bergulir, sebagian dari kita mungkin akan berkata ‘Heyy, ini kisah gw banget yaa’.

2. Departures

Film buatan tahun 2008 dan mulai terkenal sejak menjadi pemenang Best Foreign Language di Oscar 2009, tidak hanya memiliki scene-scene dan scoring yang sangat menyentuh, tapi sekaligus membuktikan alangkah cakapnya Yojiro Takita (sutradara Okuribito) dalam menyusun sebuah cerita yang universal tanpa kehilangan aroma dan ciri khas negara pembuatnya.

1. Up

Up adalah sebuah pembuktian bahwa Pixar adalah sebuah nama untuk setiap film animasi yang sulit untuk menjadi film yang biasa. Dramatisasi kisah romantis Carl Fredricksen dan Ellie adalah bagian paling cerdas dan paling menyentuh tahun ini. Singkat cerita, kita tidak memerlukan waktu 30 menit, 1 jam maupun 1,5 jam untuk jatuh cinta dengan film ini. Up adalah sebuah pencapaian Pixar setelah Finding Nemo atau Wall-E yang juga mengharu-biru.

Leave a comment

Filed under Others

Hello world!

A Cup of Coffee…dan saya siap menulis 🙂

Leave a comment

Filed under Others