Rumah Dara (Aka Macabre) – Slasher yang Kick-Ass Buatan Anak Negeri

Release Date : January 22, 2010

Rumah Dara adalah kisah Adjie dan Astrid, pasangan suami-istri muda, bersama dengan Ladya, adik Adjie, serta 3 orang teman baiknya, yaitu Eko, Jimmy dan Alam, dalam perjalanan dari Bandung menuju Airport untuk mengantar Adjie dan Astrid yang akan menetap di Australia. Perjalanan mereka terhenti ketika mereka memberikan tumpangan kepada seorang perempuan asing, Maya, yang akan membawa mereka ke rumahnya dan bertemu dengan ibu Maya, Dara dan saudara laki-lakinya, Adam. Keputusan mereka memberikan tumpangan malam ini harus mereka sesali karena setelahnya mereka harus berjuang untuk dapat tetap hidup dan keluar dari rumah itu.

Macabre buat gw adalah film yg sangat linear, tidak ribet, atau intinya straight to the point. Terus-terang, bagian awal opening berasa terbata-bata penuturannya, nggak terlalu mengalir. Akan tetapi, setelah masuk scene-scene perkenalan Dara dan anak-anaknya, permainan kekuatan filmnya baru dimulai, pace-nya jauh lebih ok dari bagian awal. Appertizer, main course dan desert disajikan tidak cuma cantik tapi kita juga dibuat terkejut atas rasa yang ditawarkan, kadar gore yang akan sulit ditemukan di film lokal yang sudah lolos dr guntingan LSF.

Trio Danish-Imelda-Arifin tampil cemerlang, so into their characters, karakterisasinya dapet, feelnya kena. Makin ke belakang, intensenya akting mereka (termasuk Julie Estelle, protagonis Ladya) naik terus-menerus. I was cheering and clapping for some ‘payback’ scenes . Danish diawal-awal kehadirannya mungkin terlalu komikal buat gw, tapi makin ke belakang, transisi emosi dia sampai ke layer yang cukup mengerikan. Overall, I have so much fun with Macabre…definately, a must see movie….8.5/10

Advertisements

2 Comments

Filed under Movie Review

2 responses to “Rumah Dara (Aka Macabre) – Slasher yang Kick-Ass Buatan Anak Negeri

  1. rouju

    Setuju. Nif film tanpa pretensi untuk sok artistik. Bener-bener film dengan tujuan “hiburan” yang menyampaikan pesan tanpa tedeng aling-aling. Keren.

  2. Yup. Kadang banyak orang terlalu sibuk mencari kelemahan, mau dihibur aja kok susah amat 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s